belajar bahasa inggris untuk pemula

Minggu, 18 September 2016

Parts of Speech (Part 2)




Pada postingan Part of Speech lalu telah dibahas noun and verb. Pembahasan kali ini tentang adjectives and adverbs. Berikut penjelasannya:

3. Adjectives (Kata Sifat)
   Adjectives adalah sebuah kata yang dipakai untuk menjelaskan sifat dan menambah makna suatu benda atau kata ganti benda. Dengan kata lain tiap-tiap kata yang menerangkan sifatnya noun atau pronoun disebut adjectiva. 
Contoh: - Cindy is pretty ==> kata "pretty" menjelaskan keadaan Cindy cantik (pretty=cantik)
            - Michael is rich ==> kata "rich" menjelaskan kondisi Michael orang kaya (rich=kaya)

   Berdasarkan penempatan/posisinya, adjective terbagi menjadi: attributive use and predicative use.
Untuk lebih memahami perbedaannya, perhatikan contoh berikut:
- Thomas is seeing a big house
- John is smarter than Jimmy

   a) Atrributive use, adjective yang terletak langsung sebelum noun dan berfungsi menjelaskan noun untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang noun. Pada contoh yang pertama, Thomas is seeing a big house (Thomas sedang melihat rumah besar), kata "big" memberikan keterangan tambahan tentang kata "house", jadi diperoleh pengertian lengkap, yaitu "big house" (rumah yang besar)

   b) Predicative use, adjective yang dipisahkan oleh predikat. Pada contoh kedua, John is smarter than Jimmy, kata "smarter" dipisahkan oleh predikat (is) dengan subjeknya. Apabila predikat "is" dihilangkan maka tidak lagi benar secara grammatikal. Jadi oleh karena membutuhkan kehadiran predikat, maka  adjective seperti ini disebut predicative use.


   Dalam bahasa Inggris ada beberapa jenis adjective, antara lain:
   1). Adjective of Quality, yaitu Adjective yang menunjukan kualitas kata benda atau kata ganti yang dimodifikasi. 
Contoh:
She is a nice girl.
Kata "nice" menunjukan kualitas "girl", yang jika diartikan menjadi Dia adalah seorang gadis yang baik.

    2). Adjective of Quantity, yaitu adjective yang menunjukan jumlah kata benda yang dimodifikasi.
Contoh: 
My mother needs much sugar.
Kata "much" menunjukan jumlah "sugar" yang dibutuhkan oleh "My mother".
Berikut beberapa kata sifat yang termasuk Adjective of quantity:

   Untuk adjective much and little, ada beberapa ketentuan yang perlu dijelaskan, antara lain:
- Sesudah much and little, diikuti oleh abstract noun, disebut adjectives of degree (kata sifat bertingkat)
Contoh: much pain ==> artinya rasa sakit yang luar biasa
            much love ==> artinya cinta yang dalam
            much hope ==> artinya pengharapan yang tinggi
- Sesudah much and little, diikuti oleh kata perbandingan, disebut comparative degree, dan arti dari much tidak lagi banyak melainkan jauh.
Contoh:  
Tom is much cleverer than Sam => Anthony jauh lebih pandai dibandingkan dengan Sam.
This mountain is much higher than that => Gunung ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gunung itu

   3). Adjective of Numeral, merupakan adjective yang hampir sama dengan adjective of quantity, hanya saja adjective ini menggunakan angka, misalnya one, two, three, den seterusnya.
Contohnya: Three old man => kata "three" menunjukan jumlah dari laki-laki tua.
    
  4). Demonstrative Adjective, yaitu adjective yang memodifikasi kata benda atau kata ganti dengan menunjuk kata tersebut menggunakan "this", "that", "these" dan "those".
This dan that digunakan untuk kata benda tunggal.
These dan those digunakan untuk kata benda jamak.
Contoh: - This book is mine (Buku ini punya saya)
            - These books are mine (Buku-buku ini punya saya)

   5). Proper Adjective, yaitu adjective yang menggunakan kata-kata tertentu, seperti nama tempat, nama orang, dll.
Contoh: 
Belgian chocolate is my favorite food
Kata "Belgian" menjelaskan kata "chocolate" yang menunjukan bahwa cokelat itu berasal dari Belgia.

   6). Interrogative Adjective, yaitu adjective yang untuk memodifikasi katanya menggunakan kata tanya "which" atau "what"
Contoh: - What film is he watching?
            - Which dress is choosen?

   7). Possessive Adjective, yaitu adjective yang menunjukan kepunyaan, biasanya menggunakan my, your, his, her, its, our, dan their.
Contoh: - This is my car
            - That is your book

   8). Distributive Adjective, yaitu adjective yang merujuk pada setiap anggota dari suatu kelompok dan biasanya menggunakan kata each, every, either dan neither.
Contoh: - Everybody looks happy now. (Setiap orang terlihat bahagia sekarang)
            - Every book on the table was lent. (Setiap buku di meja telah dipinjam)


4. Adverbs (Kata Keterangan)
   Dalam bahasa Inggris adverb berfungsi memberikan keterangan pada kata-kata lain, seperti verb, adverb, adjective, preposition, dan conjunction. Adverb tidak pernah digunakan untuk menerangkan noun dan pronoun.

Fungsi Adverb
1) Untuk menerangkan verb
    Contoh: 
    - Tom runs fast. (Tom berlari cepat)
       Kata "fast" merupakan adverb yang menerangkan verb "run", sehingga jelas cara Adit berlari.            - He speaks loudly (Dia berbicara dengan keras)
       Kata "loud" merupakan adverb yang menerangkan verb "speak", sehingga jelas cara dia bicara.
2) Untuk menerangkan adverb itu sendiri
    Contoh:
    - She reads very fluently (Dia membaca dengan sangat lancar)
    Adverb "fluently" dipakai untuk menerangkan verb "read", sedangkan "very" dipakai untuk lebih menjelaskan adverb "fluently".
3) Untuk menerangkan adjective
    Contoh: 
    - Ricco is a very strong boy (Ricco adalah seorang laki-laki yang sangat kuat)
      Adjective "strong" dipakai untuk menerangkan noun "boy". Sedangkan adverb "very" dipakai untuk menerangkan adjective "strong".
4) Untuk menerangkan preposition
    Contoh:
   - The plane arrives long before the time (Pesawat tiba lama sebelum waktunya)
      Kata "before" merupakan preposisi, yang dijelaskan oleh adverb of time "long".
5) Untuk menerangkan Conjunction
    Contoh:
   - She does not buy a new dress, only because her money is lost.
(Dia tidak membeli gaun baru, hanya karena uangnya hilang). Kata "because" merupakan conjunction (kata sambung) yang digunakan untuk menggabungkan dua kalimat yang sebelum kata "because" disisipi adverb "only", untuk memberi tekanan pada dia yang tidak membeli gaun baru hanya karena uangnya hilang.

   Demikian postingan kali ini. Untuk pembahasan parts of speech lainnya akan dibahas pada postingan selanjutnya. Semoga bermanfaat.
      

Senin, 12 September 2016

Parts of Speech

   
   Setelah dipelajari Struktur Dasar Kalimat pada postingan lalu, hal penting lainnya yang perlu dipelajari dalam belajar bahasa Inggris adalah Parts of Speech.  

   Dalam tata bahasa Inggris ada 9 parts of speech (beberapa sumber lain mengelompokan menjadi 8 parts of speech). Diantaranya adalah: noun, verbs, adjectives, adverbs, pronouns, prepositions, conjunctions, interjection, articles. 



1. Noun (Kata Benda)
    Kata benda / noun sangatlah penting karena mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu tindakan ataupun yang dikenai sebuah tindakan. Karena itu noun merupakan bagian penting dari sebuah kalimat.
   Noun adalah kata ganti yang digunakan untuk mewakili nama orang, benda, hewan, gagasan dll. Contohnya dog, cat, mouse, man, table, house, room, mountain, apple, agreement, statement dll. Di depan noun bisa digunakan kata the/a/his/my atau yang lainnya.
Contoh dalam kalimat: - His statement becomes trending topic.
                                   - The table is made of wood.

2. Verbs (Kata Kerja)
    Ada beberapa bentuk dari Verbs, diantaranya:

   a. Finite Verbs
       Finite verbs (kata kerja terbatas) adalah kata kerja yang mengalami perubahan bentuk sesuai dengan subjek dan tensesnya, yang berfungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat. 
Penggunaan finite verbs:
- Finite verbs digunakan dalam present tense dan past tense
- Finite verbs digunakan untuk menerangkan jumlah subjek, berbentuk singular atau plural/jamak. 
  Jika subjeknya singular, maka verb perlu disisipi akhiran -s/es. Jika subjeknya plural, maka verb tidak perlu disisipi akhiran -s/es.


Contoh: 
- He eats friedrice every morning => subjek singular (he) jadi verb "eat" + akhiran -s = eats
- They eat friedrice every morning => subjek plural (they) jadi verb "eat" tanpa akhiran -s

    b. Auxiliary Verbs
        Auxiliary verbs adalah kata kerja bantu yang mempunyai kemampuan untuk memodifikasi makna dari sabuah kata kerja dan diletakkan di depan kata kerja utama untuk membentuk bentuk waktu (tense), ragam gramatikal (voice) dan modus (mood), seperti can, could, may, might, must, should, will, ought, dll.
        Auxiliary verbs berbeda dengan helping verb yang tidak mempunyai makna leksikal. Kata kerja dalam bahasa Inggris ini dibagi menjadi dua, yaitu primary auxiliary dan modal auxiliary verb. Berikut pengelompokannya:


    Yang termasuk modalnya adalah can, could, may, might, will, would, shall, should, must, dan ought to. Dan to be bentuk lampau nya was dan were, yang digunakan untuk menggantikan is, am, are.
Contoh: - I am a doctor
             - She will go to Bali tomorrow

    c. Lingking Verb
   Linking verb adalah kata kerja yang fungsinya untuk menghubungkan antara subjek dengan komplemennya. Linking verb merupakan kata kerja yang tidak menunjukan tindakan, tetapi menjelaskan subjek. Bisa dikatakan sebuah linking verb menambah informasi tentang subjek. Oleh karena linking verb tidak memerlukan sebuah objek, maka kalimatnya mudah dipahami dan maknanya tidak berubah. Kata kerja ini dikelompokan ke dalam kelompok intransitive verb. Apabila dalam sebuah kalimat linking verb nya diganti dengan to be (am, is, are, was, dan sejenisnya), makna kalimatnya tidak berubah. Berikut linking verb yang umumnya dipakai:


Contoh: - I feel good  = I am good ==> makna kalimatnya tidak berubah
             - She looks beautiful = She is beautiful ==> makna kalimatnya tidak berubah
       
     d. Transitive Verb
      Transitive verb adalah kata kerja yang diikuti oleh noun (kata benda) yang menerima kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja. Kata benda tersebut berfungsi sebagai objek. Dengan kata lain Transitive verb adalah kata kerja yang memerlukan objek. Apabila transitive verb tidak diikuti objek maka kalimat tersebut terasa tidak lengkap dan janggal. Kata kerja yang termasuk transitif verb diantaranya watch, speak, hear, give, try, push, open, close, find, send, contain, verify, asses, saw, dll.
Contoh: - You watch the movie in the theater
             - He speaks English very well

       e. Intransitive Verb
       Intransitive verb adalah kata kerja yang tidak diikuti objek langsung dari subjek. Dengan kata lain Intransitive verb merupakan kata kerja yang tidak memerlukan objek. Tanpa adanya objek makna kata kerja tersebut tidak terganggu. Yang termasuk kata kerja intransitive diantaranya walk, come, sleep, cry, sit, fall, dll.
Contoh: - They walked slowly.
             - You come earlier than them.

      f. Regular dan Irregular Verb
       Regular verb adalah kata kerja beraturan. Disebut demikian karena untuk membentuk atau mengubah kata kerja menurut bentuk tenses-nya (past atau past participle) mengikuti aturan dengan menambah akhiran -en, -d, -t, -ne, dan -n
      Sedangkan irregular verb merupakan kata kerja yang tidak beraturan. Karena dalam perubahan kata kerja menurut bentuk tenses-nya tidak beraturan atau tidak bisa diakhiri dengan pasangan huruf -ed atau -d.
        Terdapat lima tipe dalam perubahan bentuk kata kerja dari bentuk verb 1 ke verb 2 dan ke verb 3.
       1) Tipe 1 - 1 - 1

       2) Tipe 1 - 1 - 2

       3) Tipe 1 - 2 - 1

       4) Tipe 1 - 2 - 2

       5) Tipe 1 - 2 - 3

   Untuk parts of speech selanjutnya akan dijelaskan pada postingan berikutnya.

    

Sabtu, 13 Agustus 2016

Belajar Bahasa Inggris untuk Pemula: Struktur Dasar Kalimat



   Postingan sebelumnya telah dibahas bagaimana tips belajar bahasa Inggris untuk pemula. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pola kalimat dasar dalam membuat kalimat bahasa Inggris.    

   Dalam bahasa Inggris, kumpulan kata bisa disebut sebuah kalimat apabila mengandung dua unsur, yaitu:

Subject + Predicate

Sebanyak apapun rangkaian kata yang terbentuk, kalau tanpa mengandung dua unsur tersebut bukan termasuk sebuah kalimat. Dan sebaliknya sesingkat apapun kata yang terbentuk, selama mengandung dua unsur tersebut merupakan sebuah kalimat.
Contoh: - I run  =>  termasuk sebuah kalimat
             - The new red amazing soft bag  =>  tidak termasuk sebuah kalimat
Ada dua jenis Kalimat dasar dalam bahasa Inggris, diantaranya:
1. Kalimat Nominal (Nominal Sentence)
2. Kalimat Verbal (Verbal Sentence)
Apa itu kalimat nominal dan kalimat verbal, berikut penjelasan singkatnya.

1. Kalimat Nominal (Nominal Sentence)
   Kalimat nominal (nominal sentence) merupakan kalimat yang mengandung predikat yang bukan kata kerja. Atau lebih jelasnya lagi kalimat nominal yaitu kalimat yang predikatnya berupa to be. To be digunakan sebagai pengganti kata kerja. Penggunaan to be tergantung dari subjek (singular atau plural) dan tenses (bentuk waktu). Untuk penjelasan lebih lanjut tentang tenses akan dibahas pada postingan selanjutnya.
    Gambar berikut ini bisa menjelaskan begaimana penggunaan to be yang benar.


To be is digunakan apabila subjeknya orang ke tiga tunggal (He, She, It). 
To be am khusus digunakan untuk subjek I
To be are digunakan apabila subjeknya you, we atau they.
Contoh: - He is a doctor.
             - I am a teacher.
             - You are beautiful.

2. Kalimat Verbal (Verbal Sentence)
    Kalimat Verbal (verbal sentence) adalah kalimat yang predikatnya kata kerja (verb). Ketika dalam suatu kalimat mengandung kata kerja, maka tidak dibutuhkan lagi adanya to be. Kesalahan sering dilakukan ketika mencampurkan verb dan to be dalam sebuah kalimat.
Contoh: - I study English  =>  BENAR
             - I am study English  =>  SALAH
             - I am studying English  =>  BENAR

  Lebih simpelnya, agar tidak terjebak dalam kesalahan dalam membuat kalimat, ketika akan mengungkapkan kalimat tentang sifat seseorang atau suatu benda, tentang profesi, yang tidak mengandung kata kerja, maka gunakanlah to be. Sedangkan ketika hendak mengungkapkan kalimat tentang hal-hal yang dilakukan, yang mengandung kata kerja, maka HINDARI penggunaan to be.
 Contoh:
- Adi seorang dokter  =>  Adi is a doctor
   Penjelasan: Karena tentang profesi dan tidak mengandung kata kerja, maka gunakanlah to be.
- Saya minum secangkir kopi  => I drink a cup of coffee
   Penjelasan: Karena mengandung kata kerja (minum/drink), maka hindari penggunaan to be.
Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat.


Senin, 08 Agustus 2016

Belajar Bahasa Inggris untuk Pemula-Tips Belajar Bahasa Inggris untuk Pemula


   Belajar bahasa Inggris terkadang membuat frustasi, karena tidak mengetahui metode yang tepat. Untuk pemula disarankan menggunakan metode yang sederhana. Berikut ini tips belajar bahasa Inggris untuk pemula:
1. Jangan Terbebani dengan Tata Bahasa/Grammar
    Ada pepatah mengatakan bahwa tata bahasa mencerminkan etika dan intelektual si pembicara. Memang benar dalam mempelajari bahasa Inggris tidak bisa lepas dari grammar. Tetapi bagi pemula yang ingin belajar berbicara bahasa Inggris (speaking skill), disarankan untuk tidak terlalu terbebani dengan grammar. yang terpenting BERANI dulu untuk berbicara. Lain halnya dengan tulisan bahasa Inggris (writing skill), grammar menjadi suatu keharusan. 
2. Fokus pada Pemahaman Bukan Hasil
    Untuk bisa menguasai bahasa Inggris, fokuskanlah pada pemahaman. Media apapun yang kita pilih dalam mempelajari bahasa Inggris (media buku, video, atau kursus di kelas), yakinkan kita paham dengan materi yang dipelajari. Jangan karena hanya ingin mengejar target supaya cepat selesai kita jadi mengabaikan pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
3. Lakukan Pengulangan Materi secara Perlahan
    Melakukan pengulangan materi yang dipelajari akan sangat efektif untuk membentuk memori jangka panjang. Jangan terburu-buru pindah ke materi selanjutnya selama materi sebelumnya belum dikuasai dengan optimal.
4. Mulai Belajar dari Receptive Skills
    Dalam bahasa Inggris terdapat empat keterampilan (skill) yang harus dikuasai diantaranya listening, speaking, reading dan writing. Listening dan reading termasuk ke dalam receptive skills (keterampilan menerima), sedangkan speaking dan writing termasuk ke dalam productive skills (keterampilan memproduksi). Listening skill dapat dilatih dengan sering mendengarkan siaran radio berbahasa Inggris, mendengarkan musik berbahsa Inggris, menonton TV dan film berbahasa Inggris. Sementara reading skill dapat dilatih dengan memperbanyak membaca bacaan berbahasa Inggris seperti komik, majalah, tabloid, surat kabar, artikel, buku dll.
5. Gabung dalam Komunitas Bahasa Inggris
    Dengan ikut bergabung dalam komunitas bahasa Inggris berarti membiasakan diri berinteraksi dalam bahasa Inggris. Hal ini bisa lebih meningkatkan keterampilan kita berbahasa Inggris khususnya speaking skill. Jika tidak tersedia komunitas berbahasa Inggris, ciptakanlah sendiri. Ajaklah teman sekolah, kampus dan teman kantor untuk ikut bergabung. Buatlah jadwal hari khusus berbahasa Inggris.
6. Terus Mencoba dan Jangan Takut Salah
    Salah satu cara untuk sukses menguasai bahasa Inggris adalah BERANI MENCOBA. teruslah mencoba dan jangan takut salah baik dalam konteks berbicara ataupun konteks tulisan. Siapapun pernah melakukan kesalahan. jadi sangatlah wajar jika dalam belajar kita melakukan kesalahan. Tapi dari kesalahan tersebut kita bisa belajar untuk memperbaiki agar lebih baik lagi.